Gaji Ratusan Tenaga Medis RSUD Cikalong Wetan Belum Dibayar

Para tenaga medis dan karyawan RSUD Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat harus bersabar. Pasalnya, gaji mereka selama tiga bulan belum dibayarkan oleh manajemen. Hal ini diungkapkan oleh seorang tenaga medis berinisial R (28).

Menurut R, gaji karyawan RSUD Cikalong Wetan belum dibayar mulai September hingga November Meskipun keterlambatan gaji kepada tenaga medis itu belum dicairkan, akan tetapi R masih tetap melayani pasien yang berada di RSUD Cikalong Wetan. Yang sudah berkeluarga dan sang istri sedang mengandung dengan usia kandungan dua bulan, terpaksa harus mencari sampingan kerja agar dapur tetap ngebul.

Dapur ngebul itu termasuk untuk keperluan istrinya dan kesehatan bayinya. Dalam pemberitaannya sebelumnya, pihak RSUD Cikalong Wetan rencananya hari ini Rabu (4/11/2020) akan membayarkan gajinya hanya satu bulan dulu untuk bulan September. Sementara itu, R hingga hari ini belum mendapatkan gajinya itu, namun menurutnya ada sebagian tenaga medis dan karyawannya sudah mendapatkan gajinya untuk yang bulan September.

"Iya dari sampai saat ini belum, biasanya sampai sore. Tapi tadi info sebagian karyawan sudah mendapatkan gaji 1 bulan, " ucap R. Berharap, tunggukan gajinya itu hingga bulan November ini bisa diproses sesegera mungkin, sebab dirinya juga sangat membutuhkan dan mengandalkan gajinya itu untuk keperluan sehari harinya. Harapannya segera diproses, karena kebutuhan manusia beda beda," ujarnya.

Sebanyak ratusan karyawan dan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalong Wetan meminta untuk segera membayar gajinya yang sebelumnya sudah menunggak selama tiga bulan. ( karyawan RSUD Cikalong Wetan 3 bulan belum gajian ) Diketahui data yang diterima oleh Gerakan Pemuda Kesehatan (GPK) Jawa Barat bahwa pihak RSUD Cikalong Wetan tak membayarkan gaji karyawan dan tenaga medisnya kepada 309 orang. Menanggapi hal itu, Ketua Gerakan Pemuda Kesehatan (GPK) Jawa Barat Septian Insan meminta pihak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat khususnya Bupati Bandung Barat Aa Umbara untuk turun tangan menangani permasalahan ini.

Septian menilai jika ini terus terjadi akan mempengaruhi kinerja karyawannya dan para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kesehatan. "Karena jika hal seperti ini terus terulang dan dianggap persoalan ini biasa akan mempengaruhi kinerja para karyawan. Apalagi para tenaga kesehatan mereka perlu kerja ekstra, sudah seharusnya mereka diperhatikan dengan baik," ujarnya. Atas kejadian itu, beredar spanduk yang bertuliskan tentang keluhan para tenaga medis yang ditempel disekitaran RSUD Cikalong Wetan.

Tulisan itu diantaranya "Mana Hak Karyawan? Jangan hanya bisa memberikan tuntutan kepada karyawan. Pimpinan sibuk cari pujianpujian sana sini, karyawan sibuk cari sampingan untuk keluarga yang dikasihi".

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *