Hari Ini dalam Sejarah 22 November, Presiden AS John F Kennedy Tewas Ditembak di Dallas

<div ><div id='Informasiawal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Presiden Amerika Serikat (AS) John Fitzgerald Kennedy tewas pada 22 November 1963 setelah ditembak oleh Lee Harvey Oswald. Saat itu John F. Kennedy sedang berada di dalam sebuah mobil beratap terbuka di Dallas, Texas, bersama istrinya dan Gubernur Texas John Connaly beserta istrinya.

John F. Kennedy dan Connallys menyambut kerumunan massa yang berkumpul di sepanjang rute parade yang dilalui Presiden AS ke 35 itu. Namun, ketika mobil mereka melewati Texas School Book Depository Building pada pukul 12.30, seorang pekerja gudang bernama Lee Harvey Oswald menembak John F. Kennedy dari lantai enam. Presiden Kennedy terluka parah dan dinyatakan meninggal 30 menit kemudian di Dallas’ Parkland Hospital dalam usia 46 tahun.[ ]

<div ><div id='MenjadianggotaDPRdanSenat'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> John Fitzgerald Kennedy lahir tanggal 29 Mei 1917 di Brookline, Massachusetts, sebagai anak kedua dari pasangan Joseph Patrick Kennedy dan Rose Kennedy. Dia berasal dari keluarga berada, dan ayahnya pernah menjadi duta besar AS untuk Inggris.

Kennedy mendapat pendidikan di sebuah sekolah Katolik dan kemudian meneruskan studinya Choate, sebuah sekolah elite di Connecticut. Pada tahun 1940 dia mendapat gelar B.S. dari Harvard University, dan setahun kemudian bergabung dengan Angkatan Laut AS. Keluarganya berharap Kennedy berkarier dalam bidang politik, dan pada tahun 1946 dia mengajukan diri sebagai calon anggota DPR.

Dia menang dan menjabat tiga kali di DPR (1947 1953). Kennedy menganjurkan adanya kondisi bekerja yang lebih baik, lebih banyak perumahan rakyat, upah lebih tinggi, dan yang lainnya. Pada tahun 1952 dia mencalonkan diri sebagai anggota Senat AS dan berhasil mengalahkan Henry Lodge Jr. Setahun kemudian dia menikahi Jacqueline Lee Bouvier.[ ]

<div ><div id='Menjadipresiden'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Pada tahun 1965 Kennedy nyaris dipilih sebagai calon wakil presiden AS dari Partai Demokrat. Namun, dia tidak jadi menjadi rekan Adlai Stevenson dalam pencalonan itu.

Empat tahun kemudian, dia memutuskan mencalonkan diri sebagai presiden negara adikuasa itu. Dalam preseleksi di Demokrat, Kennedy mengalahkan lawan utamanya, yakni Hubert Humphrey. Dia maju bersama Lyndon B. Johnson yang akan menjadi calon wakil presiden.

Kennedy berhasil mengalahkan Richard Nixon dengan kemenangan tipis dan menjadi Presiden AS ke 35. Dia menjadi Presiden AS termuda kedua dalam sejarah, dan menjadi presiden pertama yang berasal dari latar belakang Katolik. Pencapaian terbesar Kennedy ada pada urusan luar negeri. Salah satu yang paling terkenal adalah keberhasilannya menangani Krisis Rudal Kuba.[ ]

<div ><div id='Ditembak'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Pada 21 November 1963 Presiden Kennedy pergi ke Fort Worth, Texas, untuk berkampanye. Sehari kemudian, dia dan istrinya beserta Gubernur Texas John Connaly menaiki mobil Lincoln beratap terbuka dan disambut kerumunan orang.

Namun, dari lantai keenam Texas School Book Depository Building, seorang pekerja gudang berumur 24 tahun bernama Lee Harvey Oswald menembakkan peluru ke arah mobil itu. Presiden itu terkena tembakan dua kali dan dinyatakan meninggal 30 menit kemudian di Parkland Memorial Hospital . Oswald adalah mantan marinir yang berimpati kepada Sovie. Namun, Osvald dibunuh oleh seorang pemilik klub malam bernama Jack Ruby ketika dia akan dipindahkan ke penjara lain.

Kematian Kenndy menjadi tragedi nasional dan memunculkan berbagai teori konspirasi. Meski demikian, versi resmi dari pemerintah menyebutkan bahwa Oswald bertindak sendirian. Pada 26 Oktober 2017 Presiden Donald Trump meminta 2.800 catatan yang terkait penembakan Kennedy untuk dirilis.

Saat itu, dokumen tersebut sudah memasuki masa kedaluwarsa dan bisa dirilis karena tidak akan menghalangi urusan intelijen, operasi militer, dan hubungan luar negeri. Trump akhirnya benar benar merilis dokumen tersebut pada hari ketika sudah diizinkan. Namun, dia tidak merilis semua dokumen karena ada lobi dari FBI, CIA, dan intelijen lain agar dokumen itu ditinjau kembali untuk mencegah keluarnya material yang sensitif.[ ]

<div >

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *